Ditulis oleh Triyan pada 5 September 2009. Dibaca 630 kali. 3 komentar.
Apakah Anda ingin sistem Ubuntu Anda selalu up to date dengan aplikasi-aplikasi rilis terbaru? Maka Anda membutuhkan paket-paket PPA di Launchpad.
Namun banyaknya paket PPA di Launchpad membuat kita bingung sendiri dalam melakukan manajemennya. Belum lagi memasukkan GPG key-nya. Tidak adakah cara yang praktis, yang sekali jalan langsung menambahkan keseluruhan paket PPA yang ada ke Synaptic?
Read more…
Ditulis oleh Triyan pada 2 September 2009. Dibaca 292 kali. 2 komentar.
Akhir-akhir ini di blog ini banyak comment masuk yang tidak jelas masksudnya. Setiap hari saya mendapatkan ada comment yang aneh-aneh.
Usut punya usut, ternyata semenjak saya mengupgrade engine Wordpress ke versi 2.8.4, plugin Akismet yang saya gunakan untuk melakukan blok terhadap spam, dinonaktifkan secara otomatis. Mulai saat itulah spam masuk setiap hari tanpa saya sadari.
Sekarang plugin Akismet ini telah saya aktifkan kembali. Semoga tidak ada lagi spam masuk ke comment blog ini.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah, apa sebenarnya tujuan spammer melakukan ini? Apakah hanya iseng, ataukah ada maksud lain? Saya masih tidak mengerti…
Ditulis oleh Triyan pada 30 Agustus 2009. Dibaca 458 kali. 5 komentar.
Desktop Gnome di Ubuntu menggunakan Nautilus sebagai default file manager. Namun, tidak semua orang suka Nautilus. File manager ini terkenal cukup lemot, terutama jika dijalankan di laptop atau netbook.
Ada alternatif file manager yang cukup ringan namun memiliki fungsionalitas yang sama dengan Nautilus. Thunar, sebenarnya adalah default file manager pada desktop Xfce yang digunakan di Xubuntu, namun kita juga bisa menjalankannya di desktop Gnome. Instalasi melalui repository cukup dilakukan dengan perintah ’sudo apt-get install thunar’.
Bagaimana jika kita ingin mengubah Nautilus sebagai default file manager di Ubuntu ke Thunar? Sayangnya Ubuntu tidak menyediakan fasilitas untuk melakukan perubahan ini.
Read more…
Ditulis oleh Triyan pada 13 Agustus 2009. Dibaca 543 kali. 3 komentar.
Nurdin, mengapa sih engkau memilih beraksi di Indonesia? Mengapa engkau bombardir negara kami? Mengapa engkau korbankan generasi muda kami untuk menjadi ‘pengantin’, apakah engkau bisa menjamin mereka masuk surga? Sementara begitu banyak muslim yang juga jadi korban.
Mengapa engkau tidak beraksi saja di Perancis sana, dimana pemerintahnya melarang perempuan menutup aurat dengan alasan yg tidak masuk akal – akan merendahkan martabat kaum perempuan? -
Disana perempuan muslim dilarang bersekolah hanya karena memakai jilbab. Berenang menggunakan pakaian renang yang menutup aurat pun bisa-bisa diusir dari kolam renang. Disana wanita telanjang derajatnya lebih tinggi dan dipuja-puja. Sebuah negara yang aneh.
Nurdin, sepertinya engkau lebih cocok berada di sana. Mengebomlah sesuka hatimu. Ledakkanlah semua, sampai habis amunisimu.
Eitsss… Tapi kau tidak ada tampang Eropa, ya? Berarti di sana engkau akan lebih mudah tertangkap. Kalau begitu pikir-pikir lagi deh…