Mungkinkah Tabung Gas Elpiji Meledak?

Ditulis oleh Triyan pada 9 Juli 2010. Dibaca 773 kali. 3 komentar.

Kita sering mendengar berita tabung gas Elpiji yang meledak. Saya kok tidak percaya… Sebuah bejana bertekanan (vessel) pastilah sudah didesain sedemikian rupa oleh engineer-nya. Dari pemilihan bahan dan ketebalannya, umur pemakaian terhadap kecepatan korosi, tekanan yang diperbolehkan (MAWP = Maximum Allowable Working Pressure), pasti semua sudah diperhitungkan. Rasanya tidak mungkin sebuah vessel bertekanan kecil bisa meledak.

Sebuah ledakan pasti harus melalui proses segitiga api, yaitu bertemunya bahan bakar (dalam hal ini gas Elpiji), oksigen di udara, dan sumber panas (pemantik). Sumber panas ini bisa bermacam-macam, bisa dari api kompor, lompatan bunga api saat kontak listrik ditekan, bahkan bisa pula dari sinar matahari. Namun, yang menurut saya tidak mungkin adalah bertemunya bahan bakar dan oksigen. Tekanan di dalam tabung pastilah lebih besar daripada tekanan udara bebas, maka sangat tidak dimungkinkan udara akan menyusup ke dalam tabung. Dengan demikian tidak mungkin pula gas tersebut terbakar di dalam tabung. Jadi, saya simpulkan tidak mungkin tabung elpiji bisa meledak.

Satu-satunya titik rawan pada tabung gas adalah pada kepala tabung (dudukan regulator). Untuk mengetahui bocor tidaknya kepala tabung, kita bisa menggunakan air sabun, seperti petugas tambal ban saat mencari kebocoran.

Namun mengapa banyak kejadian ledakan tabung gas? Kalau boleh saya bilang, itu hanya “bahasa media” saja. Sebenarnya tabungnya aman-aman saja, alias tidak meledak. Sebenarnya lebih tepat jika dibilang “ledakan gas elpiji”, bukan “ledakan tabung gas elpiji”. Karena prosesnya kira-kira seperti ini:

Sebuah kompor gas dilengkapi dengan aksesoris berupa regulator dan selang. Sebuah peralatan pastilah memiliki masa pemakaian sebelum akhirnya rusak. Untuk regulator dan selang, masa pemakaiannya cukup pendek, hanya 2 hingga 3 tahun saja. Setelah itu harus diganti. Jika tidak diganti, maka resiko kebocoran akan sangat besar. Apalagi selang yang terbuat dari karet, pemakaian yang tidak higienis (sering terkena percikan minyak bekas penggorengan) bisa mengundang tikus, dan ini rawan sekali jika sampai selang digigit tikus.

Regulator dan selang yang tidak pernah diinspeksi ini menjadi sumber kebocoran gas. Gas yang bocor semakin lama akan memenuhi ruangan dapur, apalagi bila dapur tidak dilengkapi dengan ventilasi yang cukup. Sebenarnya, gas elpiji telah diberi semacam zat yang berbau busuk agar mudah terdeteksi jika terjadi kebocoran. Dan gas sebenarnya mudah sekali menguap di udara bebas jika ventilasi ruangan mencukupi. Namun, banyak rumah yang tidak dilengkapi dengan ventilasi yang mencukupi, dan mungkin hidung kita kurang sensitif mendeteksi bau gas elpiji ini?

Akhirnya gas pun mengumpul di dalam ruangan dapur. Si pemilik rumah masuk ke dapur mau masak tempe bacem. Karena dapurnya gelap (ventilasi kurang sehingga sinar matahari tidak masuk), si pemilik rumah menekan saklar untuk menyalakan lampu. Kontak pada saklar ini akan menimbulkan lompatan bunga api yang sangat kecil, namun cukup untuk menyalakan gas elpiji. Di dalam ruang tertutup, gas yang terbakar akan mengembang sedemikian cepatnya, sehingga menimbulkan ledakan hingga atap dan tembok pun bisa runtuh.

Dan tabung gas elpiji nya masih tetap utuh!

Cerita di atas bukan karangan saya (walaupun ada yang didramatisir :D ). Cerita di atas benar-benar terjadi. Kembali ke teori segitiga api, bahan bakar dan oksigen telah bercampur di udara di dalam ruangan dapur. Tinggal menunggu sumber panas (pemantik) saja. Dari beberapa cerita yang saya dengar, ledakan kebanyakan terjadi saat pemilik rumah menyalakan lampu, atau saat menyalakan pemantik pada kompor gas.

Seperti yang ditegaskan Jusuf Kalla, bahwa meledaknya gas Elpiji (bukan tabung gas Elpiji) adalah karena kelalaian penggunanya. Belum pernah terjadi sebuah tabung gas meledak, karena tabung selalu diinspeksi dan memiliki masa berlaku.

Berikut beberapa tips untuk menghindari ledakan gas elpiji (ingat, bukan ledakan tabung gas elpiji):

  1. Pastikan dapur Anda dilengkapi dengan ventilasi yang cukup. Bukalah jendela lebar-lebar, untuk memudahkan gas elpiji keluar jika terjadi kebocoran.
  2. Pastikan selang, regulator dan sambungan-sambungannya dalam kondisi baik. Gantilah jika Anda menemukan selang atau regulator dalam kondisi tidak baik.
  3. Jangan menyalakan kompor dan peralatan listrik apapun jika Anda menemukan bau busuk menyengat khas gas elpiji. Segera buka semua jendela agar gas segera keluar.
  4. Jika Anda menemukan bunyi mendesis pada tabung, segera letakkan tabung di luar rumah.
  5. Kita juga bisa menggunakan bracket pengaman tabung gas elpiji yang banyak dijual bebas.
  6. Untuk mendeteksi terjadinya kebocoran gas, saat ini juga sudah ada alat pendeteksi gas yang dijual bebas.

Semoga tips di atas bermanfaat.

Apa Kabar Juragan Batik?

Ditulis oleh Triyan pada 1 Juli 2010. Dibaca 244 kali. 4 komentar.

Akhir-akhir ini mungkin Anda melihat website JuraganBatik.Net seperti tidak terurus… Mungkin memang iya, tapi sebenarnya tidak juga. Transaksi masih tetap berjalan seperti biasa, walaupun agak sepi :-(

Produk-produknya memang jarang diupdate. Mbak Juragannya lagi sibuk ngurusin keluarga. Maklum, sekarang pembantu sudah keluar karena mau nikah. Walhasil energi kami banyak tercurah untuk mengurusi rumah dan keluarga…

Supaya tidak kewalahan, sekarang kami mencoba mendistribusikan sebagian tugas ke orang lain. Mendistribusikan tugas sekaligus mendistribusikan rizki… Daripada gak keurus kalau dilakukan sendiri, lebih baik dibagi ke orang lain supaya orang lain juga merasakan hasilnya :-)

Kami sedang dalam tahap pindahan aset JuraganBatik.Net ke Solo. Mengapa Solo? Supaya lebih dekat dengan tempat produksi. Dan sebagai bonus tak terduga atas kepindahan ini, ternyata ongkos kirim dari Solo jauh lebih murah daripada dari Jogja! Jadi pelanggan juga ikut merasakan manfaatnya :-)

Nantinya, situs ini akan fokus ke grosir & eceran produk-produk batik printing yang harganya murah meriah. Sementara kami di Jogja mencoba peruntungan dengan fokus di jualan batik tulis yang lebih eksklusif.

Pokoknya tetap semangat !

Arduino, Open Source Hardware

Ditulis oleh Triyan pada 16 Maret 2010. Dibaca 1170 kali. 8 komentar.

Belum lama ini saya mendapat kiriman sebuah perangkat mungil, Arduino Duemilanove, berupa board PCB berbasis mikrokontroler Atmel ATMega 328 yang dilengkapi dengan port I/O (input/output) dan port USB untuk programming dan komunikasi dengan komputer.

Arduino

Perangkat ini dapat diprogram sesuai keinginan kita, untuk mengendalikan berbagai perangkat lain. Sebagai contoh, Arduino dapat dipergunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu secara otomatis setiap interval waktu tertentu.

Contoh yang lebih canggih, kita bisa mengendalikan berbagai peralatan listrik di rumah dengan menggunakan SMS. Arduino juga dapat dimanfaatkan sebagai web server mini. Serta berbagai macam kemungkinan penggunaan lainnya sesuai kreativitas kita.

Walaupun Arduino menggunakan chip Atmel AVR, namun kita tidak perlu mempelajari bahasa assembly untuk memprogram perangkat ini. Pemrograman Arduino menggunakan bahasa yang mirip bahasa C namun lebih sederhana, sehingga mudah dipahami bahkan untuk orang awam sekalipun. Arduino dilengkapi dengan seperangkat software IDE (Integrated Development Environment) berbasis Java yang tersedia untuk sistem operasi Windows, Linux dan MacOS. Software, schematic dan layout PCB dapat didownload secara gratis di http://arduino.cc.

Penggunaan Arduino memang bukan hanya untuk programmer dan pengembang perangkat keras, namun juga untuk artis, desainer dan hobiis elektronika. Sebagai sebuah proyek Open Source, Arduino dikembangkan secara gotong royong melalui Internet. Arduino hadir dalam berbagai versi sesuai kebutuhan. Kita pun bisa mengembangkan sendiri dan memberi nama sesuai keinginan kita sendiri.

Ngomong-ngomong, saya sendiri masih bingung board Arduino ini akan saya manfaatkan untuk apa… Ada ide?

Berbagi Koneksi Internet di Ubuntu Karmic

Ditulis oleh Triyan pada 15 Februari 2010. Dibaca 1352 kali. 2 komentar.

Setelah upgrade ke Karmic (Ubuntu 9.10), saya tidak bisa lagi sharing Internet dengan cara Jaunty. Soalnya, paket ipmasq sudah tidak tersedia lagi di Karmic. Saya pun mencoba kembali menggunakan Firestarter, namun tetap saja gagal (karena saya sebenarnya nggak terlalu ngerti masalah beginian).

Sedikit pencarian di Google, saya baru tahu kalau ternyata secara default Karmic sudah memiliki fitur Internet sharing, jadi kita tidak perlu lagi menginstal paket software tambahan.

Kali ini saya menggunakan handphone Samsung C6625, memanfaatkan fitur Internet Sharing di Windows Mobile yang tertanam di dalamnya. Di Karmic, koneksi ini terdeteksi sebagai eth1. Sementara komputer client terkoneksi melalui kartu jaringan di eth0.

Konfigurasi cukup dilakukan di komputer yang terkoneksi secara langsung ke Internet. Klik kanan icon Network Manager, klik Edit Connection, pilih “Auto eth0″ dan klik Edit, pilih tab IPv4 Setting, pilih method “Shared to other computers”. Terakhir, klik Close dan restart komputer.

Cukup itu saja konfigurasinya. Nantinya setiap kali Anda menghubungkan komputer client, maka komputer client secara otomatis langsung bisa digunakan untuk berinternet.

Bolehkah Menjual Daging Qurban?

Ditulis oleh Triyan pada 27 November 2009. Dibaca 953 kali. 2 komentar.

Dari Qatadah bin Nu’man, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian menjual daging-daging Hadyi (denda haji) dan daging udlhiyah (qurban). Makanlah dan sedekahkanlah dan manfaatkanlah kulitnya, dan janganlah kalian menjualnya. Dan apabila kalian diberi dagingnya, maka makanlah jika kalian mau”.

[HR. Ahmad]