<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>triyan.web.id &#187; Piknik &amp; Jajan</title>
	<atom:link href="http://triyan.web.id/category/piknik-dan-jajan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://triyan.web.id</link>
	<description>lamunan di kala jongkok</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 22:17:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Air Terjun Jumog (dan sekitarnya)</title>
		<link>http://triyan.web.id/air-terjun-jumog/</link>
		<comments>http://triyan.web.id/air-terjun-jumog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 14:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Triyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piknik & Jajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triyan.web.id/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Air Terjun Jumog terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Berbeda dengan Air Terjun Grojogan Sewu di daerah Tawangmangu yang telah lebih dulu diikembangkan, air terjun Jumog tampak lebih sederhana. Air terjunnya pun tidak terlalu tinggi, namun tetap memancarkan keindahan khas wisata alam. Konon, setiap pukul sepuluh pagi, muncul pelangi di air terjun ini. Kemarin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img class="size-full wp-image-582" title="Sedikit mejeng di Air Terjun Jumog" src="http://triyan.web.id/wp-content/uploads/a337731.jpg" alt="Sedikit mejeng di Air Terjun Jumog" width="500" height="377" /></p>
<p>Air Terjun Jumog terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Berbeda dengan Air Terjun Grojogan Sewu di daerah Tawangmangu yang telah lebih dulu diikembangkan, air terjun Jumog tampak lebih sederhana. Air terjunnya pun tidak terlalu tinggi, namun tetap memancarkan keindahan khas wisata alam. Konon, setiap pukul sepuluh pagi, muncul pelangi di air terjun ini.</p>
<p>Kemarin saya dan keluarga mengunjungi tempat wisata ini. Sebagai warga Karanganyar, saya memang sedikit katro karena baru sekarang berkunjung di Air Terjun Jumog. Padahal, tempat wisata ini sudah dibuka sejak tahun 2004 lalu. Dari rumah orang tua saya, hanya membutuhkan waktu sekitar tigapuluh menit untuk sampai di lokasi tersebut. Jika Anda dari arah Solo, meluncurlah ke arah Tawangmangu. Di pertigaan selepas Pasar Karangpandan, ambillah jalur ke kiri, ke arah Ngargoyoso. Jalur ke kanan adalah jalur ke Tawangmangu.</p>
<p>Air Terjun Jumog dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Tiket masuknya cukup murah, hanya tiga ribu rupiah saja per orang. Fasilitas yang ditawarkan di tempat wisata ini cukup lengkap. Di samping kita bisa menikmati indahnya air terjun yang dikelilingi bukit dengan pepohonan hijau yang asri, disediakan pula arena mainan dan kolam renang anak-anak.</p>
<p>Debit air di air terjun ini tidak begitu deras. Kita bisa keceh sepuasnya, menikmati dinginnya air pegunungan menusuk ke kulit kita. Di tengah-tengah keceh, hujan turun dengan derasnya. Akhirnya kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Sebenarnya misi utama piknik kali ini adalah mengunjungi Pasar Tawangmangu yang baru saja diresmikan oleh Bapak Presiden. Sebuah pasar modern di lereng gunung &#8212; dan ada tangga berjalannya &#8212; cukup menghebohkan dan membikin penasaran. Apalagi kami adalah keluarga penggemar telo (ubi jalar), rencana hari ini adalah belanja ubi sebanyak-banyaknya, untuk persediaan selama sebulan.</p>
<p>Di tengah perjalanan dari Air Terjun Jumog ke Pasar Tawangmangu, tanpa sadar saya mengucapkan &#8220;Sarangan!&#8221;. Hm&#8230; ternyata ada penunjuk jalan ke arah danau Sarangan. Danau ini masuk propinsi Jawa Timur, namun lokasinya tidak begitu jauh dari Tawangmangu, hanya sekitar 15 km saja. Mendengar kata itu, terjadi sedikit keributan di dalam mobil hingga akhirnya terjadi voting, dan hasilnya adalah: Sarangan <img src='http://triyan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hujan sudah reda saat kami meluncur menuju Sarangan. Melewati Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu, pintu gerbang pendakian ke Puncak Lawu (Cemoro Kandang masuk wilayah Jawa Tengah, sedangkan Cemoro Sewu masuk daerah Jawa Timur) mengingatkan saya saat masih aktif melakukan pendakian di Gunung Lawu &#8212; setiap tahun sekali atau dua kali saya selalu menyempatkan diri naik Gunung Lawu, walaupun seringkali tidak sampai puncak.</p>
<p>Bagi Anda pecinta strawberry, bolehlah mampir ke Cemoro Sewu. Di sini para petani telah beralih membudidayakan strawberry. Jika saatnya panen, kita bisa membeli strawberry kelas A kualitas ekspor dengan harga miring, langsung dari petani. Sedangkan strawberry kelas B yang tidak layak ekspor biasanya dijual di supermarket. Kelas di bawahnya lagi ditawarkan di kaki lima atau dijajakan di obyek wisata Grojogan Sewu.</p>
<p>Sampai di pintu masuk Sarangan, di dalam mobil terasa bau karet terbakar. Dari jendela mobil terlihat asap tipis keluar dari bagian bawah mobil. Ternyata kampas rem mobil kepanasan. Sempat sedikit panik, tapi menurut bapak penjaga loket Sarangan, hal itu biasa terjadi karena jalan menuju Sarangan yang berkelak-kelok naik-turun.</p>
<p>Di Sarangan hujan turun lagi. Belum sempat kami menikmati keindahan danau Sarangan. Karena hari sudah semakin sore, kami pun melanjutkan perjalanan pulang, namun kali ini kami mengambil jalur berputar &#8212; dari Sarangan turun ke Magetan, arah Madiun, lalu Ngawi, Sragen kemudian Solo &#8212; dengan pertimbangan kampas rem yang sudah aus, cukup menakutkan jika harus kembali melewati jalur pegunungan.</p>
<p>Ketika menuruni lereng Lawu ke arah Magetan, kami melewati kebun ubi yang sedang dipanen. Tampak &#8216;surga&#8217; telo menggunung di mobil pick-up yang diparkir di pinggir kebun. Tanpa banyak cincong kami pun langsung berhenti, dan tawar menawar pun terjadi. Sekarung penuh telo dengan bobot 30-an kilo pun akhirnya masuk ke dalam mobil, sedikit mengobati kekecewaan anggota rombongan yang penasaran dengan Pasar Tawangmangu namun kalah voting.</p>
<p>Melewati Magetan, kurang pas rasanya kalau tidak mampir ke Gang Sawo, pusat transaksi benda-benda yang terbuat dari kulit. Sepatu, jaket, tas, ikat pinggang, dompet, dan segala sesuatu yang terbuat dari kulit ada di sini, dan dijamin harganya miring. Kita tidak perlu menawar, penjualnya sendiri yang akan memberikan potongan harga.</p>
<p>Di tengah perjalanan pulang, perut rasanya ingin sekali dimasuki oleh suatu cairan panas, gurih, dan ada nasinya: Soto. Cukup sulit mencari soto magrib-magrib begini. Akhirnya pilihan kami jatuh pada rumah makan Solo Ria di daerah Sragen. Menunya komplit dan murah. Oseng-oseng kikilnya pedas mantap, kepitingnya juga maknyus. Sayangnya pilihan sotonya cuma ada soto ayam saja, tapi enak juga <img src='http://triyan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perjalanan pulang menuju Solo dilanjutkan dengan hati gembira. Walaupun hujan deras, walau misi utama tidak tercapai, walaupun kampas rem terbakar, namun hati puas karena telah menjelajah tempat-tempat baru yang menarik. Hanya ada satu kekurangan: memori eksternal kamera digital ketinggalan di rumah. Jadilah cuma ada sedikit foto&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triyan.web.id/air-terjun-jumog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepiting Kenari</title>
		<link>http://triyan.web.id/kepiting-kenari/</link>
		<comments>http://triyan.web.id/kepiting-kenari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Triyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piknik & Jajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triyan.web.id/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda ke Balikpapan, sempatkanlah mampir ke Rumah Makan Kenari. Rumah makan spesial kepiting ini sangat terkenal di Balikpapan, dan ada juga cabangnya di Surabaya. Kalau dari Bandara, anda tinggal naik angkot (di Balikpapan disebut taksi) jalur 07 ke arah Terminal Damai. Perhatikan kanan jalan, ada papan nama besar Kenari. Lokasinya tidak begitu jauh dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcaps">K</span>alau anda ke Balikpapan, sempatkanlah mampir ke Rumah Makan Kenari. Rumah makan spesial kepiting ini sangat terkenal di Balikpapan, dan ada juga cabangnya di Surabaya.</p>
<p>Kalau dari Bandara, anda tinggal naik angkot (di Balikpapan disebut taksi) jalur 07 ke arah Terminal Damai. Perhatikan kanan jalan, ada papan nama besar Kenari. Lokasinya tidak begitu jauh dari bandara.</p>
<p>Menu yang pernah saya coba adalah Kepiting Lada Hitam. Satu porsi untuk dibawa pulang berisi sekira 3 atau 4 ekor kepiting, harganya seratus ribuan saja.</p>
<p>Memang rumah makan berkualitas, beda rasanya. Istri saya saja kurang, padahal sudah makan segitu banyaknya. Kalau ingin tahu rasanya sebaiknya anda mencoba sendiri saja.</p>
<p>Kalau anda naik pesawat, jangan khawatir karena paket kepiting anda akan dibungkus rapi dengan kardus, dan dilapisi dengan isolasi. Masukkan saja paketnya ke dalam tas, atau bisa juga dijinjing. Tidak akan ada masalah saat dipindai di bandara.</p>
<p>Selamat menikmati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triyan.web.id/kepiting-kenari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ampera, Bandung atau Jogja</title>
		<link>http://triyan.web.id/ampera-bandung-atau-jogja/</link>
		<comments>http://triyan.web.id/ampera-bandung-atau-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Triyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piknik & Jajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triyan.web.id/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar nama Ampera kita langsung ingat kota Bandung. Di Bandung rumah makan Ampera ada dimana-mana, dan selalu ramai pengunjungnya. Padahal letaknya masuk gang, ada juga yang di tengah pasar, tapi kenapa ya kok selalu penuh sesak pengunjungnya.. Apa mungkin karena harganya yang terjangkau atau karena nama besarnya? Waktu di Bandung saya sering makan di Ampera. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcaps">M</span>endengar nama Ampera kita langsung ingat kota Bandung. Di Bandung rumah makan Ampera ada dimana-mana, dan selalu ramai pengunjungnya. Padahal letaknya masuk gang, ada juga yang di tengah pasar, tapi kenapa ya kok selalu penuh sesak pengunjungnya.. Apa mungkin karena harganya yang terjangkau atau karena nama besarnya?</p>
<p>Waktu di Bandung saya sering makan di Ampera. Yang mengenalkan pertama kali adalah &#8216;seseorang&#8217;&#8230; Yang paling saya suka adalah buah &#8216;leunca&#8217; yang rasanya agak sedikit pahit, kecil-kecil ijo mirip buah talok mentah. Kalau digigit bisa bunyi &#8216;tokk..&#8217; seperti ada sesuatu yang pecah, pokoknya unik deh.</p>
<p>Nah, ternyata di Jogja juga ada rumah makan Ampera. Di Babarsari tepatnya. Sayangnya di situ sepi, walaupun lokasinya luas. Apa mungkin karena saya datang bukan pada jam makan kali ya..</p>
<p>Saya datang bersama anak dan istri. Sepi. Berbeda sekali dengan Ampera yang asli Bandung. Sudah gitu banyak lalatnya, dan tidak ada leunca <img src='http://triyan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' />  Harganya juga agak mahal. Walaupun makan enak tapi saya agak kecewa, karena Ampera-nya tidak seperti yang saya kenal selama di Bandung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triyan.web.id/ampera-bandung-atau-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecel Wader</title>
		<link>http://triyan.web.id/pecel-wader/</link>
		<comments>http://triyan.web.id/pecel-wader/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 04:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Triyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piknik & Jajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triyan.web.id/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Ngomong-ngomong soal perut, ada tempat makan enak di dekat Bandara Adisucipto Jogja. Tepatnya, di pertigaan dari Jalan Solo ke pintu masuk Bandara. Namanya, Warung Pecel Wader. Pecelnya sih biasa saja, tapi sensasi ikan wadernya itu loh.. Hmmm&#8230;.. Sobat tahu kan, ikan wader? Ikan yang berukuran kecil ini banyak di temukan di sawah dan kali. Bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcaps">N</span>gomong-ngomong soal perut, ada tempat makan enak di dekat Bandara Adisucipto Jogja. Tepatnya, di pertigaan dari Jalan Solo ke pintu masuk Bandara.</p>
<p>Namanya, Warung Pecel Wader. Pecelnya sih biasa saja, tapi sensasi ikan wadernya itu loh.. Hmmm&#8230;..</p>
<p>Sobat tahu kan, ikan wader? Ikan yang berukuran kecil ini banyak di temukan di sawah dan kali. Bentuk dan warnanya sih tidak menarik, tapi jika digoreng rasanya sangat gurih, khas aroma pedesaan.</p>
<p>Satu porsi plus es teh harganya enam ribuan saja. Setiap berangkat ke bandara saya selalu menyempatkan diri makan di sini. Silakan coba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triyan.web.id/pecel-wader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prambanan Ekspres</title>
		<link>http://triyan.web.id/prambanan-ekspres/</link>
		<comments>http://triyan.web.id/prambanan-ekspres/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 10:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Triyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piknik & Jajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triyan.web.id/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Para komuter Solo-Jogja tentu telah akrab dengan kereta api Prambanan Ekspres, atau nama kerennya Prameks. Saya juga salah satu pelanggan setia kereta ini. Hanya dengan tiket seharga tujuh ribu rupiah saja, kita bisa menikmati perjalanan dari Jogja ke Solo. Lebih hebatnya lagi, dua kali sehari kereta ini tidak hanya meluncur ke Solo, namun terus lanjut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropscaps">P</span>ara komuter Solo-Jogja tentu telah akrab dengan kereta api Prambanan Ekspres, atau nama kerennya Prameks.</p>
<p>Saya juga salah satu pelanggan setia kereta ini.</p>
<p>Hanya dengan tiket seharga tujuh ribu rupiah saja, kita bisa menikmati perjalanan dari Jogja ke Solo. Lebih hebatnya lagi, dua kali sehari kereta ini tidak hanya meluncur ke Solo, namun terus lanjut sampai Stasiun Palur.</p>
<p>Kawan, rumah orang tua saya berada tidak jauh dari Stasiun Palur. Jadi begitu turun dari kereta, saya biasa jalan kaki ke rumah orang tua. Sungguh praktis!</p>
<p>Dari rumah kontrakan di Jogja pun tidak perlu bingung. Cukup naik motor ke Stasiun Lempuyangan, lalu motor dititipkan di penitipan sepeda motor dekat Stasiun. Tarifnya seribu limaratus per malam, dan dijamin aman. Lagi-lagi, praktis nian!</p>
<p>Kereta Prameks bebas asongan, namun tak perlu khawatir jika lapar. Pramugaranya senantiasa hilir mudik menawarkan makanan dan minuman. Di Prameks, koran Kompas dijual dengan harga seribu rupiah saja. Sungguh hemat!</p>
<p>Cobalah, kapan-kapan kawan naik Prameks. Sebaiknya sambil bawa MP3 player, supaya bisa manggut-manggut di dalam kereta. Sungguh asik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triyan.web.id/prambanan-ekspres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
