Linux untuk Kehidupan Sehari-hari

Ditulis oleh Triyan pada 20 Januari 2009. Dibaca 3368 kali. Komentar Anda.

Beberapa waktu yang lalu, Metro TV menampilkan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang belajar komputer. Ibu-ibu itu belajar menggunakan komputer untuk menunjang kehidupan sehari-hari mereka: mencatat pemasukan dan pengeluaran, menulis surat dan email, mengedit foto keluarga, dan sebagainya.

Uniknya, mereka menggunakan aplikasi Open Source, utamanya Ubuntu. Rupanya aplikasi Open Source sudah dapat diandalkan untuk kebutuhan desktop. Bahkan masyarakat awam pun sudah bisa menggunakannya. Namun mengapa di sekitar kita masih banyak yang masih bertahan dengan software bajakan dan belum mau beralih ke Linux?

Bagi orang awam, seharusnya Linux lebih mudah digunakan daripada Windows. Sekali instal sistem operasi Linux, di komputer kita langsung tersedia banyak aplikasi siap pakai. Untuk kebutuhan perkantoran, multimedia, internet, dan game, semuanya tersedia. Bandingkan dengan Windows, yang setelah diinstal, kita harus menambahkan berbagai macam program sebelum Windows bisa benar-benar digunakan.

Untuk urusan instalasi, Linux juga lebih mudah. Bahkan sebelum diinstal kita bisa mencoba-coba dulu menggunakan LiveCD. Cukup dengan beberapa kali klik saja, sistem operasi Linux sudah langsung terinstal di komputer kita.

Menambah paket-paket program juga lebih mudah dilakukan di Linux, asalkan komputer terhubung ke repository atau memiliki DVD repository. Kita tidak perlu lagi mendownload satu per satu paket program dari berbagai sumber, semua sudah tersedia di repository.

Linux bebas virus. Kalaupun ada virus, itu adalah hoax (berita bohong). Dan kalaupun memang benar-benar ada virus di Linux, sangat sulit untuk bisa merusak sistem karena Linux menerapkan autentikasi user root yang canggih.

Tampilan desktop Linux juga lebih cantik. Dengan efek Compiz Fusion, tampilan komputer kita bisa meliuk-liuk tidak karuan. Semua itu bisa kita dapatkan secara gratis.

Aplikasi-aplikasi Open Source di Linux sudah dikembangkan selama bertahun-tahun, sehingga kestabilannya tidak perlu diragukan lagi. Aplikasi Open Source memiliki karakteristik yang unik, yaitu dikembangkan secara terbuka, oleh banyak orang dari seluruh dunia. Bahkan penggunanya sendiri bisa berkontribusi dalam pengembangan sebuah aplikasi. Hal ini menghasilkan sebuah aplikasi yang sangat user-oriented, berorientasi kepada penggunanya, sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Untuk pengguna awam yang terkendala dengan bahasa, keberadaan sistem operasiĀ  dengan antarmuka berbahasa Indonesia akan sangat membantu. Sistem operasi Linux sudah mendukung penggunaan bahasa Indonesia. Beberapa aplikasi Open Source juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Mungkin salah satu kelemahan Linux adalah ketika kita menggunakan hardware yang belum didukung penuh oleh Linux. Instalasi driver bisa menjadi mimpi buruk yang akan membuat trauma. Namun, jika kita menggunakan hardware yang sudah didukung, kita tidak perlu lagi menginstal driver karena semuanya telah tersedia di kernel Linux.

Kurangnya game di Linux juga akan menjauhkan Linux dari para pengguna awam, terutama game sepak bola yang menjadi favorit gamer Indonesia.

Menggunakan aplikasi Open Source atau Propietary adalah pilihan, terserah anda mau menggunakan yang mana. Tidak ada yang memaksa anda harus menggunakan Linux, kecuali nanti kalau Undang-undang HAKI sudah diterapkan secara penuh :)

Anda punya pendapat lain? Silakan tinggalkan komentar…

7 Responses to “Linux untuk Kehidupan Sehari-hari”

  1. sebenernya dilinux ma windows pra install tu sama aja kok mas, aplikasi masih standart semua…
    Ubuntu 8.10 misalnya, pra install bahkan lum bisa buat maenkan mp3, harus download dulu codecnya :)

    Kembali ke user masing”, enak pake linux pa windows

    Dileptop saya pake vista ultimate dan ubuntu 8.10, pemakaiannya sesuai kebutuhan :D

  2. siapin repo nya donk mas bias… ato km online.. habis diinstall ubuntu nya musti di update.. selesai deh.. sa ngacir sana sini.. buktinya laptop gw acer 4520 yang dl nya aku mumet 7 keliling aja sekarang ngbut pake ubuntu 8.10.. ne baru dateng pesenan request cd eh.. malah dah dateng 9.04 gw tunggu deh disemarang.. by putrablora.. buby bajakan :D

  3. Linux itu asing buat saya, jadi mo nanya-nanya ya?!

    Ubuntu itu apa, semacam program aplikasi spt Ms office gitu?
    DVD repository itu apa ya? dimana dapatnya?

    Kalo mau ganti OS dari Windows ke Linux, dimana bisa dapat OS linux-nya

    Thanks & maklum ya saya masih blank banget ttg linux!

  4. Linux yang bisa dipasang di pentium celeron jadul dengan memori 128 ada gak?

  5. @bias:
    kl masalah codec (mp3, wav, dll), ekstensi propietary (.exe), aplikasi gratis tp propietary (adobe reader, skype, dll), itu memang sesuai dgn lisensi GPL kan
    vendor linux teorinya ngga akan membundle langsung dgn paket2 propietary tersebut apalg mendistribusikan paket propietary, terutama di negara2 yg terikat hukum terkait (nyatanya ada linux yg built-in paket propietary..) :( kec linux-nya emang komersil
    tp kebebasan diserahkan kepada pengguna masing2..tanggung sendiri lah..gitu katanya :)

    @Dony Alfan:
    bs coba slackware dan turunannya (puppy), gentoo :) asal jgn pake lingk desktop KDE atau GNOME..
    XFCE, fluxbox recommended cmiiw

  6. Jangan takut untuk pindah dari windows ke linux karena jika dah terbiasa, semua akan sama…. masih banyak opensource yang lebih legal….

  7. Pak,…..

    Newbie neh,….saya sudah coba ubuntu 8.04 diinstall under windows xp (pake wubi), nah ubuntunya sudah saya hias sedemikian rupa hehehe,….
    yang jadi bingung,….rencanakan saya mau install langsung pada HDD, bagaimana caranya agar semua aplikasi dan dandanan ubuntu saya bisa ikut ke installan baru, rugi kan kalo diulang dari awal???.

    Thank’s before.

Leave a Reply