Menikmati Air Terjun Grojogan Sewu

Ditulis oleh Triyan pada 29 Oktober 2007. Dibaca 1383 kali. Komentar Anda.

Baru sampai di lokasi parkir pun, kita sudah dihadapkan pada sebuah pemandangan yang sangat menarik. Monyet-monyet berekor panjang yang menjadi daya tarik tersendiri obyek wisata Grojogan Sewu, menyambut kedatangan para pengunjung.

Namun hati-hati, jangan memarkir kendaraan terlalu dekat dengan monyet-monyet tersebut. Tanpa permisi, bisa saja cakaran kukunya membuat cat mobil kita tergores tanpa ampun!

Obyek wisata Air Terjun Grojogan Sewu yang terletak di kaki Gunung Lawu memang menawarkan sejuta keindahan. Dengan hanya membayar pintu masuk sebesar 4000 rupiah, kita bisa menikmati indah dan dinginnya air terjun dengan ketinggian 81 meter ini.

Disarankan untuk tidak mandi tepat di bawah air terjun, jika Anda tidak ingin masuk angin atau lecet-lecet kejatuhan berton-ton air dari ketinggian 80-an meter. Jika ingin bermain air, cukup di sekitar air terjun saja. Air yang begitu dingin mengalir dengan cukup deras di antara batu-batu besar, apalagi pada saat musim penghujan. Sangat menyenangkan bermain air di antara batu-batu besar. Apalagi butir-butir air yang dingin dari air terjun memercik ke tubuh kita, menambah kesegaran.

Bagi yang suka berenang, disediakan dua buah kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Kita tidak usah membayar sepeser pun untuk menikmati fasilitas ini, kecuali jika kita ingin menyewa ban atau baju renang.

Cukup melelahkan juga perjalanan menuju air terjun ini. Dari pintu masuk, kita harus menuruni ratusan anak tangga sebelum mencapai lokasi air terjun. Di kanan kiri jalan, monyet-monyet berkeliaran di antara vegetasi tumbuhan, di antaranya damar, pinus, bendo, dan berbagai pohon besar lainnya.

Di beberapa sudut anak tangga, disediakan gazebo bagi yang merasa kelelahan menapak ratusan anak tangga ini. Namun rasa capek akan segera terobati setelah kita mencapai lokasi air terjun :)

Bagi yang berjiwa petualang, terdapat bukit-bukit yang siap untuk dijelajahi, dengan pemandangan alam yang sangat menawan. Bahkan para pasangan yang tengah dimabuk cinta pun mendapatkan fasilitas jika ingin berduaan di lokasi yang sepi. Namun hati-hati, jangan sampai kebablasan :)

Menuju Lokasi
Jika Anda turun di Terminal Tirtonadi Solo, Anda dapat langsung naik bis jurusan Solo – Tawangmangu, dengan tarif sekitar 3500 rupiah. Perjalanan selama 1,5 jam melalui kota Karanganyar, kemudian melewati jalan Tawangmangu yang menanjak dan berkelok-kelok. Jika tidak biasa naik bis, persiapkan kantong plastik jika sewaktu-waktu isi perut harus dimuntahkan :)

Bis jurusan Solo – Tawangmangu hanya beroperasi hingga pukul 18.00. Sering terjadi kecelakaan di ruas jalan tersebut, sehingga pada malam hari bus tidak beroperasi. Jika Anda kemalaman, Anda bisa menyewa mobil yang banyak ditawarkan di sekitar Terminal Tirtonadi. Namun, Anda harus tawar menawar dulu dengan sopirnya.

Hawa dingin sudah dapat kita rasakan begitu bis mulai masuk daerah Karangpandan. Anda akan melewati sebuah taman dengan patung Semar yang besar, terlantar di tengah taman. Dulunya, lokasi tersebut adalah Taman Semar yang sekarang sudah tidak ada pengunjungnya.

Anda akan turun di Terminal Tawangmangu. Di depan terminal ini terdapat sebuah pasar tradisional, dimana Anda bisa membeli berbagai macam oleh-oleh untuk dibawa pulang. Dari terminal ini, Anda bisa berjalan kaki menuju obyek wisata air terjun, atau naik angkutan L300 yang biasanya juga mengangkut sayur mayur. Anda cukup membayar 1000 rupiah saja.

Sesampainya di pintu gerbang obyek wisata, silakan membayar karcis masuk. Jangan menggoda monyet-monyet yang akan menghampiri Anda, jika Anda tidak mau menanggung resikonya.

Sate Kelinci
Salah satu menu favorit di Grojogan Sewu adalah sate kelinci yang biasa dijajakan di sekitar lokasi air terjun. Biasanya, penjualnya menyediakan tikar untuk menikmati sate kelinci secara lesehan. Harganya hanya 5000 sampai 6000 rupiah saja. Cukup murah dan nikmat. Apalagi jika disertai dengan teh hangat.

Selain sate kelinci, juga ada sate ayam yang harganya sama dengan sate kelinci. Rasanya pun tidak jauh beda. Ada juga yang menjajakan jagung bakar yang sangat nikmat.

Bagi para pengunjung yang lupa tidak membawa alas atau tikar, tidak usah khawatir. Banyak yang memberikan jasa penyewaan tikar. Tidak ada batas waktu penyewaan. Tarifnya pun cukup murah, dan tidak perlu bayar di muka. Namun kadang repotnya kalau kita sudah selesai menggunakan tikar, tetapi si pemiliknya sudah pergi entah kemana. Kalau sudah begitu, tidak perlu khawatir. Titipkan saja kepada temannya sesama pemilik tikar.

Naik Kuda
Di luar lokasi air terjun, terdapat banyak persewaan kuda yang bisa diajak jalan-jalan di sekitar obyek wisata. Tidak perlu takut, kuda ini sudah jinak, dan perjalanan Anda berkuda akan ditemani oleh pemiliknya.

Leave a Reply